Tampilkan postingan dengan label Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lampung. Tampilkan semua postingan

Liburan Semester ke Pantai Kiluan, Lampung Part 1



Liburan semester pertama di tanah perantauan memang membuat kita kaku karena takut, tapi rasa itu berhasil kami taklukan gara – gara keberadaan orang “Gondes” ini.  Kata ini memang mengandung arti “Gondrong deso atau kata lain bisa berarti Orang desa yang ndeso dengan penampilan tidak terurus,”. Tapi bagi kita makna itu sengaja di pelintirkan sebagai guyonan untuk memanggil kawan saya ini, kenapa? Ya dia sendiri yang mengajarkan kata itu kepada kita – kita yang dari perantauan. Namanya juga manusia, setiap ketemu hal baru yang menarik, mudah sekali di serap sehingga bisa menjadi kebiasaan. Jangan di tiru ya :D


Nama kawan super saya ini adalah Iwan Juliansyah, dia asli dari kota Jambi. Kebetulan kita sama – sama satu lokasi asramanya, di gedung D lantai 3. Kamar asrama dia juga sebelahan dengan kamar saya. Yang bikin seru, orang ini gak jaim dan mudah akrab dengan tingkahnya ini, jadi banyak kawan asrama yang akrab dengannya. Jadi ceritanya pada saat malam sebelum pemberangkatan, waktu itu, kita baru saja menikmati malam sambil  bersantai ria, kebiasaan seperti ini sudah menjadi ritual rutinan bagi kita setelah Ujian Blok. Seperti biasa, kita biasanya selalu berkumpul di sebuah teras asrama, fasilitasnya  ini sudah terdapat sebuah bangku yang saling  berhadapan, di tengahnya terdapat sebuah meja kaca. Pokonya cocok jika untuk bersantai. Disini juga biasanya kita selalu berbincang banyak hal atau mengulas soal – soal ujian bersama. Namun di selah – selah  ayiknya perbincangan ini, tiba - tiba si Gondes langsung nyeletuk.

“Liburan ke Pantai yu, nginep?”

Tiba – tiba suasana menjadi hening seketika,

“ayolah, masa kalian gak pada mau liburan yeh,” ucap si Gondes sambil memaksa dengan logat Jambinya.

Lalu di selah – selah kesunyian itu, saya mencoba untuk menanyakan planing dan lokasinya.

“hayu des, tapi kita mau kemana ini rencana?”


“Kiluan aja gimana, biar kita disana benar – benar pure liburan. Tempat itu asyik buat ngabisin waktu, yang lebih asyiknya lagi disana susah banget sama sinyal, jadi kita tidak banyak begitu ketergantungan sama gadget disana, gimana?”

Lalu serentak kita semua searching ke Google mengenai informasi Wisata Pantai Kiluan. Melihat kondisi alamnya yang elok, kawan – kawan langsung tertarik dengan pemandangan Kiluan yang begitu indah dan alami.

“terus kapan kita berangkat ndes?” ucap Heri yang berada dekat dengan saya
“Besok aja pagi langsung yok, malem ini kita langsung cari sewa mobil,” menurut Gondes

“Gila ngedadak ndes,”. Ucap Heri kawan saya dari Karawang terkejut dengan keputusan yang mendadak.
Memang agak mendadak, tapi si Gondes berhasil menyulapnya.

“kalian kenapa harus pada kaget, memangnya apa yang salah? Tenang Transportasi, makan itumah masalah gampang,”.


Tidak lama kemudian Gondes langsung beranjak pergi dari kursinya, dia keluar membawa motor dengan Kevin. Kita kira dia pergi untuk beli makan atau apa, tapi gataunya dia pulang dengan membawa semua persiapan.

“nih, kalian mau ngomong apa? Mobil udah dapet 2, kalo masalah makan halah kita beli nasi padang aja di jalan gampang. Lauknya kita bakar – bakar aja disana, biasanya beli ikan dari nelayan lebih murah harganya,”.

Dengar kabar baik ini, lalu kita mulai menyurvei kamar – kamar untuk mendata siapa aja yang mau ikut.


Jadi beginilah planning dadakan kita para blogger haha



OK, jadi menurut informasi untuk mencapai Pantai Kiluan dari kampus saya memakan waktu sekitar 2-3 jam an, memang pada waktu itu jalanan masih dalam tahap renovasi. Meskipun demikian tapi jangan berkecil hati, kalian akan terhibur dalam setiap meter perjalanan dengan spot – spot yang terlihat alami.  Jadi pada watu itu kami berangkat pada pukul 13.00 WIB, meskipun agak ngaret 5 jam haha, janjinya si jam 8 pagi.
Biasa mental negara kita :D


Kita berangkat melewati Kecamatan Kemiling, lalu terus ngikuti jalan raya. Disini kita berhenti sejenak untuk membeli perbekalan cemilan dan minuman untuk disana, ada kabar kalo disana sudah tidak akan mungkin menemukan supermarket, jadi ya sempet – sempetin ajalah disini selagi masih ada. Setelah selesai kita melanjutkan perjalanan menuju  ke  Kecamatan Punduh Pidada. Di perjalanan menuju kesana, kalian akan sering di sambut oleh pantai – pantai yang indah, tidak jauh – jauh untuk mencapainya. Pantainya sudah pas berada di pinggir jalan, jadi kalo tidak terburu – buru, saran saya sempatkanlah mampir disana . karena setelah habis dengan pemandangan pantai ini, kalian akan di hadapi rute ekstrim, yaitu tanjakan dan turunan yang curam dan berlubang, ini merupakan tipikal rute tersebut. Jadi bagi yang belum mahir mengolah kopling, lebih baik tidak usah memaksakan diri. Kebetulan yang ikut sopir – sopirnya pencinta offroad juga rata – rata, jadi tidak terlalu “Hariwang” kalo bahasa Sundanya hehe



Tapi saya dengar kabar baiknya jalan tersebut sekarang sudah mulus tidak rusak seperti dulu sebagaimana waktu zaman kami kesini. Penunjuk jalan dengan tulisan “Teluk Kiluan” juga mudah dijumpai dari tempat tersebut, bahkan ada poster pak Gubernur yang menjanjikan menuju ke Pantai Kiluan 2 jam ucapnya. Kalo dulu kita sempet kesasar- sasar jalannya, karena banyak sekali pertigaan. Sekarang sudah ada tanda panah yang akan menuntun kalian menuju lokasi. Oh ia kita lanjut lagi ke Rute perjalannyanya, jadi sekarang tinggal mencari jalan menuju hingga menemui Pasar Bawang, nanti di persimpangan pasar itu ambil jalur ke kanan hingga menemui persimpangan terakhir. Pada persimpangan terakhir ini ambil arah kiri, di mana terdapat gapura menuju Teluk Kiluan. Sampai deh, di pos pertama. tapi kata kawan saya, ada spot yang bagus lagi. Jadi kita tidak usah belok kiri, tapi langsung lurus aja, tapi lebih baik pake mobil off road, sayang juga kalo harus memaksakan dengan mobil on road.


Setelah sampai lokasi, kita belum langsung nyebrang ke pulau. kebetulan saya mendapat informasi dari kawan saya, kalo orang tuanya I Made dia penanggung jawab kawasan sini. jadi saya pikir semoga aja bisa dapet harga kortingkan buat konsumsi dan transportasinya haha. I Made Milla ini awal pernah satu kelompok waktu  kegiatan  PPBL, kegiatan ini adalah pengganti MOS do kampus saya. Jadi albinya kita bertanya ke salah satu tukang warung disana, untuk menanyakan lokasi tempat tinggal orang tuanya dia, dan akhirnya saya mendapatkannya.

Dengan perasaan yang sedikit malu - malu, kita paksakan untuk mencoba mengetuk pintunya malam - malam. Tidak lama pintu pun di buka oleh seorang bapak - bapak yang tinggi besar. 

"ia mau kesiapa ya?"

Dengan cepat kita menjawab, 

"kita kebetulan gak tau lokasi yang mau saya tuju pak,"

"kalian darimana?"

Kebetulan saya kenaldengan anak, lalu bapak itu pun akhirnya mengajak kita masuk dan biasa mulai skill basa - basi oleh kawan saya haha...
hasilnya, kita di beri harga akomodasi dan konsumsi sesuai dengan ekspektasi, menurut bapak itu sebagai penghormatan kunjungan dari luar pulau dan juga sebagai temana putrinya juga.

Ok, singkat cerita, si bapak itu memanggil salah satu nelayan kepercayaannya untuk mengatarkan kami ke lokasi yang sudah di tentukan. sebelumnya kita juga di tawari beberapa ikan yang super besar dengan harga yang terjangkau untuk di bawa kesana. Sukses deh brooo....

Semoga bisa jadi referensi bagi perjalanan kalian yang mau kesini juga


Daftar Sejawat Yang Hadir Ke Wisata Pantai Kiluan



Nama  : Yudis Satari Wijaya
Asal     : Garut, Jawa Barat
Si Dewa Hafal Mati, jika ada test dia paling rajin ngereng di kamar dan paling anti kalo di ganggu.





Nama  : Adli Rifki Ihnsani
Asal    : Subang Jawa Barat

Teman Sekamar saya, dia Salah satu gitaris terbaik di angkatan dengan model Fingerstyle, orang yang sulit di baca. Penggemar game juga


Nama  : Iwan Juliansyah (Gondes)
Asal    : Jambi, Sumatera  

Ahli dalam drift mobil, gemar dalam setting atau modip mobil. sudah banyak festival yang di ikuti dimana- mana.


 Nama  : Richie Dio
Asal     : Lampung, Sumatera

Ahli dalam bermain alat musik, lebih sering memegang Melody, dia orang yang terhitung cepat adaptasi juga orangnya.





Nama   : Heri Herlambang
Asal     : Karawang, Jawa Barat


Master lobi, dia adalah orang yang mahir dalam bersandiwara apalagi dalam hal lobi - lobian, sudah menjadi makanan sehari - hari bagi dia.









Nama   : Evan Dwiyana
Asal     : Banten, Jawa Barat


seorang musisi juga, dia cepat dalam menghafal karakter musik. Dia sangat Mahir dalam memainkan bass








Nama  : Aldika

Asal    : Palembang, Sumatera

Identitas yang belum di ketahui, tapi sering sekali dia rajin dalam hal Akademik.






Nama   : Sansan Kurniawan
Asal     : Garut Jawa Barat

Teman sekamar saya, dia sangat gemar bermain motor trail di kotanya.



Nama  : Kevin Frevia
Asal     : Lampung, Sumatera 

Teman kamar saya, meskipun wataknya keras, tapi dia adalah seorang yang konsisten juga dalam tanggung jawabnya.

 Nama  : Andy Andreas
 Asal    : Bekasi, Jawa Barat

Seorang kawan yang mahir dalam berdebat








Nama   : Irham Karim Rukmana
Asal     : Sukabumi, Jawa Barat

Seorang Drummer sekaligus pembalap motor trail yang sudah memiliki banyak jam terbang. kita bisa manggil dia dengan sebutan "Singa", karena dia yang mendeklarasikan kata tersebut sebagai penyederhanaan dari kata "Sia" yang artinya Kamu dalam bahasa indonesia yang terkesan kasar.


Nama  : Tri Sasangka
Asal    : Bekasi, Jawa Barat

Seorang Drummer aliran Punk Pop yang handal di daerahnya.






Nama   : Iyang Gumilang\
Asal     : Palembang, Sumatera






Nama   : Rendi Rafsanjani
Asal     : Bandung, Jawa Barat













Nama  : Hegi Subakti

Asal    : Cianjur, jawa Barat






Nama   : Sony Rizky Ramadhona

Asal     : Palembang





Nama    : Arif Fauzi
Asal      : Banten, Jawa Barat




Nama  : Fadiyansyah Sutisna
Asal    : Sumedang, jawa Barat








NYEBRANG LAUT MALAM DENGAN JARAK PANDANG 10 M




SELAMAT MAKAN MALAM, SELAMAT MENYAMBUT PAGI YANG BARU DI TEMPAT BARU


Cerita dan Mitos Gunung Sukmo Ilang


Air Terjun

Saya jadi teringat dengan cerita seorang Propesor yang sangat jenius, dia hampir menguasai semua ilmu pengetahuan. Logika dan hafalannya sudah seperti air yang mengalir, sangking hebatnya. Gelarnya pun sudah banyak yang dia gandeng, hampir semua mahasiswanya yang bertanya pasti selalu dia jawab dengan sangat tepat dan sistematis. Pokonya orang ini sudah di akui oleh beberapa guru besar dunia, bahwa memang jenius. Namun pada suatu hari, ada seorang laki - laki dewasa yang berpenampilan rapih, tampangnya seperti orang intelek kumis dan jenggot terjaga rapih. Lalu dia menegur seorang propesor ini

“apakah cuman sebatas itu saja logika yang kamu mampu?”.Lalu si Propesor terkejut, dan hatinya menjadi marah. Soalnya sepengetahuan dia, belum ada satu orang pun yang berani berkata seperti itu kepada dirinya. Lalu beberapa saat si orang asing itu bertanya kembali.

“Apakah kamu tau, letak lubang semut di sekitar kamu letaknya dimana?”.Sang Propesor langsung terdiam, seolah - olah lidahnya membeku, lalu otaknya mendidih. Dengan santai si Pria  asing ini menjawab pertanyaannya sendiri.“Ilmu yang kamu kuasai dalam dimensimu ini, itu masih belum seberapa dengan ilmu dimensi lain “gaib”. Ilmu yang pada umumnya terbatas oleh kuasa tuhan Ini hanya seperti sebuah pulau kecil yang di kelilingi oleh luasnya samudra,”.


 Cerita di atas menggambarkan pada kisah kita sehari – hari, bahwa janganlah terpengaruh dengan kesombongan. Apa yang kita sibukan ini, hanya ilusi. Contohnya seperti  cerita rakyat di Gunung Betung atau sering juga orang bilang dengan istilah Gunung Sukmo Ilang yang akan saya ceritakan.












Ini cerita pada saat saya masih berada di Jl. Pramuka, kec. Kemiling, Bandar Lampung.  Malem itu baru saja pulang makan nasi goreng langganan menuju pulang, lalu saya melihat Fadli, kawan dari Sumedang, dia sedang asyik berbincang dengan sekumpulan bapak – bapak, hati saya merasa tertarik dengan cara mereka berbincang. Akhirnya saya berniat memarkirkan motor di bahu jalan dekat mereka. Lalu tanpa basa – basi, saya sengaja menghampirinya.


“Wah ada apa ini rame – rame?”ucap saya untuk membuka pembicaraan

Lalu Fadli merespon saya pertama kali,

“eh sini da, saya dapet Lokasi baru yang menarik buat plan kita besok. Mumpung libur,”




Eksis Sejenak
Menurut saya mungkin ini sangat menarik, karena sudah terlihat dari wajah – wajah mereka. Tiba - tiba bapak di pinggir saya memberikan kursi kepada saya untuk duduk.  Singkat cerita, saya pun duduk lalu coba untuk berbaur mengikuti tema pembicaraan mereka. Ternyata mereka sedang membicarakan sebuah tempat yang memiliki banyak cerita aneh. Awalnya saya hanya menyimak saja, tapi karena temanya sangat seru, lalu saya pun menimbulkan banyak pertnayaan, dan akhirnya kita malah jadi banyak berbincang sampe tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 23.45 WIB.  Tempat yang kita bincangkan ini adalah mengenai Mitos Gunung Betung, lokasi ini memiliki banyak cerita yang ganjil. Informasi ini akhirnya memancing saya dan Fadli untuk sepakat berangkat besok pada Pagi hari ke lokasi Gunung Betung, kebetulan besok adalah hari Minggu.



 pagi pun tiba, sangat beruntung  sekali hari ini kondisi langit tidak mendung. Kita tidak ingin menyianyiakan kesempatan bagus  yang telah di berikan oleh  tuhan, dengan secepat kilat seluruh perlengkapan akhirnya sudah siap. Lalu berangkat dehhh… “Sudah Mandi ya ini ceritanya”



Untuk mencapai kesana, menurut GPS yang saya gunakan kita akan melewati kecamatan Kemiling, lalu ambil jalan ke arah kanan dari perempatan lampu merah menuju ke arah Pesawaran. Beberapa kilo nanti akan masuk ke jalan Gunung Batu, Sumberejo, Kabupaten Tanggamus. Pada awalnya pasti akan bingung, jika signal GPS sedang ngaco, tapi tenang di daerah sini masih banyak pemukiman jadi kalian bisa tanya – tanya aja.


Sesampainya disana, nanti kita akan melewati perkebunan, pesawahan dan hutan, pokonya komplit dah. Jika sedang mumet dengan mata pelajaran di perkuliahan atau bising dengan suara kendaraan di pekotaan, liburan ke daerah ini adalah liburan paling bijak untuk mendinginkan pikiran dan merefresh telinga. Jika kalian menggunakan kendaraan, perhatikan duli kondisinya, karena jalan kesini kurang begitu bersahabat, kita akan melewati jalanan yang dibaluri oleh tanah merah, dan bebatuan, yang terpenting perhatikan bensin kita, karena disini tidak ada tukang bensin eceran ingat haha


Google Image : Suatu Pengorbanan
Pada waktu itu kita menemukan jalan yang bercabang, tapi kebetulan ada segerombolan siswa SMP yang sedang berjalan kaki sambil membawa perlengkapannya didalam tas dan semuanya menggunakan baju pramuka, jadi ini tidak terlalu pusing, meskipun sinyal GPS kita kurang bagus, kita tidak usah repot – repot tanya sana- sini, sudah sesuai dengan panggilan hati nurani dan insting bahwa kegiatan segerombolan itu akan menuju ke lokasi yang kita tuju juga. Banyak rintangan yang kita berdua alami, karena sepertinya pada waktu malem kemarin telah turun hujan. Sehingga jalanan licin, sehingga ban kendaran kita yang khusus On Road harus di paksakan menjadi Off Road jadi kurang bersahabat. Sangking licinnya kita berdua, pernah 3 kali terperosok. Akhirnya saya pun berpikir untuk mencegah kendala ini. Kebetulan di pinggir tedapat pohon pisang yang daunnya sudah agak tua, jadi saya coba manfaatkan, saya mencoba mengikakan daun pisangnya ke ban motor. Pikirnya ini akan jadi replika ban Off Road, tapi naas, replika ini tidak bertahan lama. Namun lumayan, usaha ini sudah bisa nempuh 100 meter. Saya juga berpikir jika ini harus kembali mengikatkan daun pisang ke ban lagi, maka akan memakan waktu lama, jadi saya coba tips kedua yaitu dengan memanfaatkan daun pisang sebagai penyelimut jalan, agar apabila ban melindasnya tidak akan begitu licin, jadi saya berdua coba mengumpulkan daun itu sebanyak mungkin. Mumpung lagi di hutan, dan tidak ada seorang pun selain kita berdua. tidak apa – apa kali ya nyolong dikit.  Tapi jangan di ambil pusing, kerjain aja nanti juga pasti ada hasilnya.

Untung saja di ujung jalan yang sudah di selimuti daun pisang ini, bahunya jalanya terdapat rerumputan yang lumayan rimbun. Jadi kita berdua gak harus cape – cape ngambilin daun lagi, hanya tinggal mengalihkan rutenya untuk mencari jalan yang di selimuti oleh rerumputan yang rimbun. Beruntung sekali, rumputnya ini terus tumbuh hingga akhirnya kita mencapai di Pos.





Ternya lokasi ini adalah konversi yang dilindungi oleh negara dan merupakan daerah yang ke dalam kawasan hutan register ke 19 yaitu taman Hutan Raya Wan Abdul Rahman Atau di singkat dengan TAHURA WAR. Menurut keterangan gunung ini memilki tinggi 1.240 m dpl  sampai 1.640 m dpl. Untuk ukuran segini cocoklah buat kita yang hanya tracking doang.

Sesampai di Pos kita berdua langsung menuju ke abang penajaganya, untuk menanyakan beberapa informasi mengenai gunung ini.Ternyata pendapatnya tidak nyeleweng dari apa yang semalem bapak – bapak itu katakan. Ternyata disini terdapat beberapa cerita yang menarik, konon pada zaman penajajahan dulu ada seorang Pleton tentara Belanda yang mencoba mundur dari buruan tentara lokal dan sipil, mereka pergi mengambil jalan pitas melewati gunung ini. Namun hingga saat ini, tentara itu tidak pernah di temukan, alias hilang jejak. Ada yang bilang dia tersesat, terus ada lagi dia masuk ke dimensi lain, dan ada lag yang bilang mati kelaparan lalu dimakan oleh  hewan buas. Beragam sekali pendapatnya, tapi jika kalian tertarik untuk membongkar misteri ini bisa langsung aja menuju lokasi Gunung Betung hehe.



Tapi para blogger keunikan dan keaneh gunung ini masih banyak lagi, seperti yang di ceritakan oleh penajaganya bahwa digunung ini terdapat 7 makam para Auli, yaitu penyebar agama Islam yang bersembunyi dari kejaran tentara Belanda. Para Aulia ini adalah para penyebar agama islam di Lampung katanya. Menurut saya kedua cerita ini masuk akal, mungkin tentara ini hilang, oleh ilmu saktinya para si Aulia ini mungkin tapi. Terus si penjaga juga pernah bercerita, ada seseorang yang berpakaian seperti kyai, dia berjalan menuju ke dalam gunung. Lalu pada saat malam harinya, dia melihat cahaya terang yang terbang dari arah si kyai itu. Cahaya itu terbang ke arah timur, tidak lama kemudian ada beberapa cahaya lagi dari bberapa arah saling bertemu. Lalu setelah sering bertemu, cahaya itu menghilang secara bersamaan, keren ga bro.


Cerita ini membuat kita menjadi penuh penasaran, jadi akhinya kita malah jadi keasyikan mendengarkan ceritanya. Katanya ada sebuah guha yang memiliki tarikan magnet yang kuat. Jadi apabila para petulang ingin berkemping disini saran si penjaga posnya, harus hati – hati dengan perkakas kita. Pernah terjadi ada seseorang yang sedang mencari kayu bakar, dia pada saat menggunakan goloknya. Goloknya malah terbang seperti ketarik gitu, lalu goloknya itu menancap di batu yang dekat dengan guha tersebut. Pernah datang para peneliti dari berbagai negara di eropa ingin membuktikannya, mereka ingin mencoba untuk masuk ke guha tersebut. Namun hingga saat ini tidak ada seorang pun yang berani memasukinya, pernah di cek oleh suatu benda padat oleh mereka untuk meneliti sinyal. Namun anehnya setelah benda itu di lemparkan ke dalam guha, sinyalnya hilang begitu saja. Ada yang coba neliti lagi sob?


Dulu ada seorang kakek – kakek yang menjelaskan kepada si penjaga, bahwa gunung betung ini bersatu atau berhimpitan dengan gunung gaib yang sering di sebut dengan Gunung Sukmo Ilang. Jadi ada beberapa tempat yang dilarang untuk di masuki kecuali jika memiliki ilmu tinggi. Tempat itu katanya seperti gerbang menuju ke gunung Sukmo Ilang, jika orang biasa aja tanpa persiapan masuk ke gerbang ini, konon akan hilang begitu saja. Juga jika kita berhasil ke puncaknya maka akan menemukan pemandangan seperti di surga, terdapat savana yang begitu luas, jika menuju puncak maka akan menemukan ladang bunga yang luas juga, di ujung ladang bunga itu kita akan di temukan oleh pemandangan jurang dan laut lepas. Dari sini kita sudah paham bahwa dimensi gaib itu benar – benar ada,  jadi kita harus percaya bahwa tuhan itu maha luar biasa, jadi buat apa kita sombong kalo sama dimensi gaib juga udah kalah.



Tidak hanya ceritanya yang menarik, gunung ini juga memiliki keindahan alam yang tidak kalah dengan tempat- tempat lain. Kita berdua berncana untuk mengunjung salah satu air terjun di tempat ini, sebelum kita menuju kesana si penjaga akan memeberika kita peta. Karena jalur disini masih random, sudah serasa bertualang beneran.

Para Petualang pasti tahu bagaimana cara menikmati suasana di alam yang tepat sambil beristirahat di spot tujuannya.


kalo cara kita si biasa bawa Protable Stove yang minyak, buat bikin kopi atau mie instan. dari mana airnya? gak usah bingung, selama di hutan mata air, mudah - mudahan masih tetep terjaga kebersihannya. kita juga biasa berfoto - foto sambil menunggu air mateng, untuk mengabadikan tempat - tempat yang pernah di kunjungi.


kita selalu anggap spot yang kita singgahi itu seperti teras rumah, jadi semaksimal mungkin kita nikmati dan bawa enjoy aja pastinya sambil berbincang - bincang mengenai berbagai hal biasanya.


Beruntung sekali dalam perjalanan ini kita bertemu dengan Steve Ewon yang sering bertualang di channel MNCTV itu. awalnya kita tidak tahu siapa sebenarnya dia kan, karena pada saat itu posisi dia masih dalam perjalanan, jadi kurang jelas. Yang membuat saya tambah penasaran, banyak sekali orang yang mendampingi dia bertualang, sampe bawa - bawa kamera lagi. pikir saya mungkin dia artis lagi buat video clip kan, tapi gataunya bukan. itu mas Ewon hahaa... lumayan lah bisa berfoto bareng juga buat kenang - kenangan. karena kita sama - sama pencinta jalan - jalan ngaprak kalo kata Sunda biasanya.




 Sekian dulu cerita pengalaman yang alami, di Gunung Betung atau Sukmo ilang ini. Semoga pembaca bisa menerima banyak referensi dan informasi, pastinya bisa bermanfaat bagi kita pencinta jalan ngaprak.

 Tapi sekali lagi saya bukan Petualang yang Pro, saya hanya seseorang yang suka bertualang untuk memperluas wawasan dan bisa menghabiskan waktu lebih bermanfaat.